CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 04-01-2021 12:14:35

Ketahui kelebihan tanah kavling sebelum Anda membelinya agar mencapai keuntungan yang Anda inginkan. Tak perlu bingung, berikut adalah 12 kelebihan tanah kavling beserta jenis-jenis tanah kavling.

Sebagian dari Anda mungkin sering melihat spanduk maupun brosur bertuliskan “jual tanah kavling murah di lokasi strategis”. Namun tahukah Anda apa arti dari tanah kavling?

Menurut kamus Bahasa Indonesia, kavling adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu yang akan dijadikan bangunan atau tempat tinggal. Biasanya sebuah kompleks perumahan memiliki bermacam-macam bentuk tanah kavling, sesuai letak atau posisinya di dalam perumahan tersebut. Harga tanah kavling yang ditawarkan pun akan beragam, sesuai dengan tipenya. Maka, dalam artikel ini pembahasan akan terbagi menjadi:

  1. Apa Itu Tanah Kavling?
  2. Tips Memilih Tanah Kavling
  3. 3 Jenis Tanah Kavling
  • Tanah Cul de Sac Lot
  • Tanah Interior Lot
  • Tanah T-Intersection Lot

        4. 12 Kelebihan Tanah Kavling untuk Investasi

  1. Lokasi Lebih Strategis
  2. Terdapat Capital Gain
  3. Bisa Bangun Rumah Tanpa Menunggu Lunas
  4. Membutuhkan Lebih Sedikit Biaya Perawatan
  5. Investasi yang Menguntungkan
  6. Memiliki Kualitas Bangunan yang Lebih Baik
  7. Dapat Dikembangkan Menjadi Bisnis Lain
  8. Infrastruktur yang Tersedia Lebih Memadai
  9. Perbandingan Kebutuhan yang Lebih Besar
  10. Minim Terjadinya Kerusakan
  11. Fasilitas yang Tersedia Begitu Lengkap
  12. Nilainya Terus Meningkat

         5. Cara Pemecahan Sertifikat Kavling

  1. Metode-Metode Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling
  2. Persyaratan dalam Melakukan Pemecahan Sertifikat
  3. Prosedur Pemecahan Sertifikat
  4. Biaya Melakukan Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling
  5. Langsung saja, berikut adalah pembahasan lebih lengkapnya untuk Anda.

1. Apa Itu Tanah Kavling?

Biasanya lokasi tanah ini memiliki ukuran yang bisa dibagi-bagi atau dipetak-petak secara rapi sesuai dengan standar ukuran yang sudah ditentukan. Penataan ini bertujuan agar setiap rumah kavling bisa dibangun dengan rapi sesuai dengan luas properti yang dimiliki. Developer atau pengembang properti akan menjual kembali tanah kavling kepada para investor properti.

Dengan pendirian rumah-rumah pada tanah kavling, pada akhirnya akan memudahkan para investor yang sedang mencari rumah untuk hunian atau sekadar investasi properti. Penawaran yang diberikan juga lebih mudah karena didasari oleh tipe atau ukuran yang sudah ditentukan. Bukan hanya properti rumah saja, tapi ruko-ruko juga bisa dibangun di atas tanah kavling.

2. Tips Memilih Tanah Kavling

Ketika hendak membeli properti tanah, biasanya calon pembeli kurang teliti karena pikiran dipenuhi dengan keinginan yang menggebu-gebu untuk segera memiliki rumah atau tanah. Sebaiknya, Anda harus lebih berhati-hati dalam memiliki tanah kavling agar tidak mengalami kerugian.

Anda bisa membandingkan harga sebelum memilih investasi tanah kavling. Jangan sampai Anda tertipu karena tergiur dengan harga yang murah. Anda juga bisa cek harga tanah secara online di daftar tanah murah di Jakarta yang dijual Rp100 juta-an. Legalitas juga merupakan hal yang wajib Anda perhatikan sebelum memilih tanah kavling. Tanyakan tanah tersebut sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atau belum.

3. 12 Kelebihan Tanah Kavling untuk Investasi

Investasi properti memang bisa dikatakan tidak ada matinya. Properti baik dalam bentuk tanah maupun bangunan selalu mengalami peningkatan permintaan dari waktu ke waktu. Hal inilah yang menyebabkan para investor berlomba-lomba untuk menanamkan modal mereka di bidang properti, salah satunya adalah investasi tanah kavling.

Meskipun harganya tidak murah, Anda yang berniat untuk berinvestasi properti harus menyiapkan modal cukup besar. Sebelum memilih investasi yang tepat, Anda harus melakukan atau menggali informasi sebanyak-banyaknya. Berikut adalah beberapa bahan pertimbangan untuk Anda memilih tanah sebagai investasi properti.

a. Lokasi Lebih Strategis

Lokasi dari tanah kavling biasanya mudah untuk ditempuh karena ditempatkan pada lokasi yang strategis. Kavling yang sudah siap dibangun berada di dalam lingkungan perumahan yang memiliki akses lebih bagus. Selain itu, kawasannya juga lebih mudah dijangkau oleh berbagai macam kendaraan, baik pribadi maupun umum.

b. Terdapat Capital Gain

Tanah adalah salah satu properti yang memiliki kenaikan harga yang cukup signifikan setiap tahunnya. Tercatat bahwa kenaikannya bisa mencapai 20% hingga 25% setiap tahunnya. Tak heran jika banyak investor yang lebih memilih properti tanah kavling sebagai investasi mereka. Meskipun tidak terlihat dalam waktu dekat, namun keuntungan ini bisa Anda rasakan setelah 5 tahun mendatang.

c. Bisa Bangun Rumah Tanpa Menunggu Lunas

Anda bisa segera membangun rumah tanpa perlu menunggu terlalu lama hingga lunas. Meskipun Anda masih mencicil tanah tersebut, Anda tetap bisa membangun rumah. Bayangkan jika Anda membangunnya dari sekarang, beberapa tahun kedepan nilainya akan terus mengalami peningkatan bahkan bisa melambung tinggi.

d. Membutuhkan Lebih Sedikit Biaya Perawatan

Ketika membeli rumah jadi, Anda membutuhkan biaya untuk perawatan rutinnya. Meskipun Anda tidak menghuni rumah tersebut, tetap ada biaya yang harus dibayarkan. Biaya seperti kebersihan hingga listrik tetaplah harus dibayar setiap bulannya. Sedangkan tanah kosong hanya perlu ditinjau sesekali sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu besar.

e. Investasi yang Menguntungkan

Investasi properti memang memiliki keuntungan yang berlipat ganda, meskipun membutuhkan modal yang relatif besar. Namun, tentu dengan berinvestasi tanah akan lebih murah jika dibandingkan dengan investasi rumah. Selain itu, biasanya para pengembang akan membuat cluster-cluster yang bisa meningkatkan harga jual dari tanah tersebut.

Tip Rumah

Sebagai investor properti dalam memilih investasi tanah kavling, Anda harus jeli melihat kebutuhan pasar. Pastikan Anda memahami konsekuensi dan juga memperhatikan legalitas tanah tersebut.

f. Memiliki Kualitas Bangunan yang Lebih Baik

Ketika membangun rumah sendiri dari tanah yang sudah dibeli, Anda memiliki kendali penuh atas tanah tersebut. Anda bisa menentukan sendiri kontraktor, model rumah, serta bahan bangunan yang lebih terjamin kualitasnya. Anda juga bisa lebih berhemat karena pengeluarannya bisa disesuaikan dengan anggaran.

g. Dapat Dikembangkan Menjadi Bisnis Lain

Jika Anda berencana untuk membangun bisnis, maka tanah tersebut bisa Anda manfaatkan. Anda bisa memulai dengan membuat kebun sayur sendiri atau menyewakannya menjadi tempat usaha. Jangan biarkan tanah tersebut menjadi lahan yang tidak berkembang, cobalah gali kesempatan itu untuk menambah penghasilan.

h. Infrastruktur yang Tersedia Lebih Memadai

Selain lokasi yang lebih strategis, daerah tanah kavling memang memiliki infrastruktur yang lebih memadai. Infrastruktur itu bisa berupa jaringan listrik dan akses jalanan yang lebih rapi. Bahkan beberapa pengembang juga menyediakan taman bermain sebagai hiburan bagi penghuni di daerah sekitar kavling tersebut.

i. Perbandingan Kebutuhan yang Lebih Besar

Persediaan tanah tidaklah bisa bertambah dan berkembang jumlahnya, namun permintaan tanah akan terus bertambah dengan seiringnya waktu. Jika Anda adalah investor, maka Anda bisa mengambil keuntungan dari investasi tanah ini.

j. Minim Terjadinya Kerusakan

Selain tidak membutuhkan perawatan, tanah kavling juga sangat minim terjadi kerusakan. Tidak seperti perkebunan dan pertanian yang membutuhkan perawatan khusus setiap harinya. Biasanya tanah kavling juga berada di kawasan perumahan, yang kondisi lingkungannya lebih terjaga.

k. Fasilitas yang Lengkap

Karena berada di kawasan perumahan, tanah kavling tentu memiliki fasilitas yang memadai. Mulai dari kebutuhan belanja, hiburan, dan olahraga biasanya sudah tersedia. Restoran, minimarket, dan klinik kesehatan juga lebih mudah dijangkau karena masih dalam kawasan yang sama. Bahkan ada beberapa pengembang properti yang menawarkan fasilitas ecopark, waterpark, serta fasilitas hiburan lainnya yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga.

l. Nilainya Terus Meningkat

Tanah merupakan properti yang memiliki return dan capital gain yang tinggi, sehingga lebih baik Anda tidak menjualnya dalam waktu yang dekat. Tunggu hingga harga naik secara signifikan yang biasanya terjadi setelah lima tahun mendatang. Anda bisa memanfaatkan selama waktu itu dengan menyewakannya kepada orang lain untuk bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

4. Tiga Jenis Tanah Kavling

Masing-masing bentuk kavling memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga Anda harus memilih sesuai keinginan dan tujuan Anda membeli. Agar tak salah pilih, berikut Rumah.com rangkum tiga bentuk tanah kavling dan pengertiannya untuk Anda.

a. Tanah Cul de Sac Lot

Nama kavling ini berasal dari bahasa Prancis yang dapat diartikan sebagai tanah kosong di jalan buntu. Jenis tanah kavling ini biasanya memiliki bagian depan yang cenderung sempit, namun sisi belakang yang melebar.

Namun kondisi sempit dan terletak di ujung jalan buntu ini justru dapat memberikan keuntungan tersendiri. Segi keamanan, misalnya. Bangunan yang akan dibangun nantinya relatif menghadirkan suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan. Nilai plus ini menjadikan tanah kuldesak cocok untuk lokasi tempat tinggal.

Kendati demikian, bentuk tanah ini memiliki kelemahan. Salah satunya adalah lahan untuk memarkir kendaraan. Lahan di bagian depan rumah yang terbatas, kerap membuat penghuni rumah kesulitan saat menempatkan satu atau bahkan dua mobil. Di samping tempat parkir, pintu masuk dari bangunan nantinya juga cukup sempit.

b. Tanah Interior Lot

Tanah kavling ini lebih dikenal dengan nama cluster atau klaster. Posisi tanah ini berada di tengah deretan kavling pada posisi satu blok. Interior lot biasanya hanya memiliki satu akses pintu gerbang masuk sehingga dapat dijaga dengan baik dan tidak bising.

Privasi yang diperoleh dengan tinggal di tipe tanah kavling ini juga cukup baik dan perawatan bangunan juga tidak begitu banyak. Hal yang harus diperhatikan dari tanah kavling ini adalah masalah pemandangan dari bangunan yang biasanya hanya satu arah saja dan juga sirkulasi udara yang biasanya kurang begitu bagus.

c. Tanah T-Intersection Lot

Nama familiar dari bentuk tanah kavling ini adalah tusuk sate. Bagi beberapa orang, tanah kavling ini lebih ideal dijadikan tempat usaha dibanding rumah tinggal. Alasannya, lebih mudah terlihat dari jauh yang berarti bisa menarik minat pembeli.

Bila dialokasikan untuk hunian, diperkirakan akan mengganggu ketenangan penghuni karena lampu kendaraan yang melintas pada malam hari. Kelebihannya, jika dibangun sebuah hunian tentu tampilan eksteriornya akan mudah dipandang siapapun yang melintas.

5. Cara Pemecahan Sertifikat Kavling

Pemecahan sertifikat tanah bisa dilakukan ketika Anda berniat untuk menjual sebagian tanah tersebut. Pemecahan sertifikat ini juga lazim dilakukan bagi orang-orang yang melakukan pembagian tanah warisan dari para hak waris. Biasanya proses akan membutuhkan waktu sekitar 15 hari.

a. Metode-Metode Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling

Ada berbagai macam metode yang bisa Anda lakukan ketika ingin melakukan pemecahan sertifikat, di antaranya:

  • Pemecahan yang dilakukan atas nama perusahaan atau developer yang didasarkan dari site plan yang sudah disepakati oleh instansi terkait. Hal ini mencakup kawasan tertentu dan dimaksudkan untuk bangunan perumahan subsidi maupun non subsidi.
  • Pemecahan yang dilakukan atas nama pribadi jika Anda memiliki tanah yang tidak begitu luas.
  • Lima Bank KPR Dengan Suku Bunga Rendah Per Juni 2020
  • Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

Lima Bank KPR Dengan Suku Bunga Rendah Per Juni 2020

b. Persyaratan dalam Melakukan Pemecahan Sertifikat

Pengurusan pemecahan tanah ini harus dilakukan oleh orang yang namanya tercantum dalam sertifikat tanah asal atau orang yang sudah dikuasakan. Ada beberapa persyaratan yang perlu Anda penuhi sebelum mengajukan pemecahan sertifikat tanah, di antaranya seperti:

  • Sertifikat tanah asli;
  • Fotokopi identitas pemohon atau kuasa seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Formulir permohonan yang sudah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon atau kuasa di atas materai;
  • Surat pernyataan pemecahan sertifikat tanah yang ditandatangani pemegang hak dan di dalamnya tercantum alasan serta gambar dari lokasi tanah yang akan dipecah;
  • Bukti SSP/PPh sesuai ketentuan;
  • Izin perubahan dari penggunaan tanah apabila ada perubahan penggunaan;
  • Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB);
  • Pengisian surat pernyataan telah memasang tanda batas;
  • Surat pernyataan tapak kavling dari kantor pertanahan yang mencantumkan alasan pemecahan sertifikat serta denah lokasi kavling yang dipecah.
  • Untuk formulir permohonan yang dibawa sendiri harus memuat beberapa kelengkapan sebagai berikut:

Identitas pribadi;

  • Luas, letak, dan penggunaan tanah;
  • Pernyataan bahwa tanah tersebut bukanlah sengketa;
  • Pernyataan bahwa tanah dikuasai secara fisik;
  • Alasan dilakukannya pemecahan tanah kavling.

c. Prosedur Pemecahan Sertifikat

Setelah mengetahui apa saja yang menjadi persyaratan dari pemecahan sertifikat, Anda juga harus mengetahui bagaimana proses dari pemecahan sertifikat tersebut. Prosedur dalam pemecahan sertifikat di antaranya:

  • Lakukan pendaftaran pemecahan sertifikat tanah.
  • Pendaftaran berkas dan pemohon akan menerima tanda terima.
  • Petugas yang bertanggung jawab melakukan pengukuran di lokasi dengan didampingi oleh kuasa atau pemilik.
  • Setelah itu petugas akan menggambar bagaimana hasil pengukuran dan memetakan lokasi pada peta yang sudah disediakan.
  • Kemudian, penerbitan surat ukur untuk setiap bidang tanah yang dipecahkan.
  • Kepala seksi pengukuran dan pemetaan kemudian menandatangani surat ukur.
  • Setelah mendapatkan surat ukur, lakukan penerbitan atas sertifikat di Subseksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI).
  • Terakhir, kepala lembaga pertanahan akan menandatangani sertifikat yang sudah diterbitkan tadi.
  • Bagaimana cara melakukan pemecahan sertifikat yang tepat? Cek tayangan video berikut ini untuk informasi lengkapnya.

d. Biaya Melakukan Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling

Supaya Anda dapat mempersiapkan anggaran yang diperlukan, Anda wajib mengetahui biaya dalam melakukan pemecahan sertifikat tanah kavling. Untuk biayanya berbeda-beda tergantung dari wilayah dan luas tanah yang akan dipecah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.46 Tahun 3033 bahwa biayanya Rp25 ribu untuk setiap sertifikat yang sudah diterbitkan. Apabila Anda ingin memecah dan sertifikat yang diterbitkan berjumlah 4, maka biaya yang harus dibayar adalah Rp100 ribu. Selain biaya tadi, ada juga biaya pengukuran yang berbeda-beda setiap daerahnya. Agar lebih tepat, Anda bisa konsultasikan biaya ini pada PPAT atau BPN yang berada di wilayah Anda.

Itulah pengertian, jenis-jenis, kelebihan dari tanah kavling serta bagaimana melakukan pemecahan sertifikat tanah kavlingnya. Jangan terburu-buru dalam membeli investasi properti, cobalah cek dulu review dan bandingkan harga sebelum membeli tanah.